Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan Medan, Maret 2021
Struktur Vegetasi dan Nilai Ekonomi Hutan Mangrove Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh:
Gracyan Eukario Sembiring
191201140
HUT4A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan ini dengan baik. Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Struktur Vegetasi dan Nilai Ekonomi HutanMangrove Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan pada Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab Ekonomi Sumber Daya Hutan yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si karena telah memberikan materi dengan baik dan benar.
Penulis menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi makalah ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.
Medan, Maret 2021
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................................................................................. 2
BAB II ISI
2.1 Hutan, Sumber Daya Hutan, dan Manfaat Hutan............................................................... 3
2.2 Kondisi Hutan Mangrove di Teluk Youtefa........................................................................ 4
2.3 Pengaruh dan Nilai Ekonomi Hutan Mangrove di Teluk Youtefa...................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................... 6
3.2 Saran................................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia
sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17.508 pulau besar dan kecil
memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia yaitu sekitar 3,24 juta hektar
atau sekitar 27% dari total hutan mangrove dunia yang mencapai 16,9 jt ha. Di
Indonesia, penyebaran hutan mangrove terluas berada di Papua yang mencapai 1,6
jt ha. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir terjadi pengurangan luasan mangrove
yang mencapai 25% dari tahun 1980 (Kusmana,
2012).
Ekosistem
mangrove merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang mempunyai peranan dan
fungsi penting ditinjau dari sudut fisik, ekonomi dan ekologis. Fungsi fisik
adalah sebagai penahan angin, penahan ombak dan pencegahan intrusi air laut ke
daratan. Fungsi biologi adalah sebagai daerah pemijahan (spawning ground),
daerah asuhan (nursesy ground) dan sebagai daerah mencari makan (feeding
ground) bagi ikan dan biota laut lainnya. Fungsi ekonomis adalah sebagai
penghasil kayu, bahan makanan dan obat-obatan. Besarnya fungsi dan manfaat yang
ada pada ekosistem mangove, memberikan kon-sekuensi bagi ekosistem hutan
mangrove itu sendiri (Supardjo, 2008).
Berkurangnya luas ekosistem mangrove di
kawasan Teluk Youtefa Kota Jayapura selama beberapa tahun terakhir ini sebagian
besar disebabkan oleh adanya aktivitas pembukaan lahan baik oleh masyarakat
untuk dijadikan pemukiman ataupun pembukaan lahan oleh pemerintah untuk
pembangunan jalan lingkar yang melintasi hutan mangrove. Saat ini, hutan
mangrove Teluk Youtefa menjadi perhatian serius akibat pengaruh negatif
lingkungan dengan adanya pembangunan jalan-jalan lingkar (Tebay et al., 2007).
Besarnya tingkat degradasi hutan
mangrove yang disebabkan oleh pembangunan jalan lingkar berpengaruh terhadap
perkembangan hutan mangrove baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain
itu, mangrove sebagai pendukung suatu ekosistem pantai, dapat berubah secara
drastis akibat adanya perkembangan pembangunan suatu kawasan. Oleh karena itu
perlu adanya penelitian secara komprehensif identifikasi eksternalitas
lingkung-an akibat adanya pembangunan Kota Jayapura, tingkat degradasi hutan
mangrove dan analisa perubahan pendapatan masyarakat lokal sejak adanya
pembangunan jalan lingkar.
1.2.Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud
dengan hutan, sumber daya hutan, dan manfaat hutan?
2. Bagaiman kondisi hutan
mangrove di Teluk Youtefa?
3. Bagaimana gambaran mengenai pengaruh dan nilai ekonomi hutan mangrove di Teluk Youtefa?
1.3.Tujuan
1. Mengetahui Pengertian hutan,
sumber daya hutan, dan manfaat hutan
2. Mengetahui kondisi hutan mangrove di Teluk Youtefa
3. Mendapatkan gambaran mengenai pengaruh dan nilai ekonomi hutan mangrove di Teluk Youtefa
BAB
II
ISI
2.1.
Hutan, Sumber Daya Hutan, dan Manfaat Hutan
Hutan
adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam
hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang
satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Kawasan hutan adalah wilayah
tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan
keberadaannya sebagai hutan tetap. Hutan berdasarkan fungsi terbagi atas tiga,
yaitu Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi. Hutan konservasi
adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok
pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan lindung
adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem
penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan
erosi, mencegah instrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. Hutan
produksi adalah kawasan hidup yang mempunyai fungsi pokok memperoduksi hasil
hutan (UU no. 41 Tahun 1999).
Sumberdaya
hutan sendiri sebagaimana yang tercermin pada UU no 41 tahun 1999 mengenai
kehutanan; merujuk pasal 68, sesuai peraturan perundangan yang berlaku,
masyarakat diijinkan memanfaatkan sumberdaya hutan dan hasil-hasilnya.
Identifikasi sumberdaya hutan, pemanfaatannya oleh masyarakat serta nilai
ekonminya menjadi salah satu aspek penting yang dapat menunjang dalam
penyusunan program maupun kebijakan dalam pengelolaan hutan. Masyarakat sejak
lama telah bergantung dan memanfaatkan sumberdaya hutan baik kayu maupun bukan
kayu. Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu umumnya untuk kebutuhan atau
kepentingan sendiri di desa serta untuk bahan kerajinan masyarakat. Pada satu
sisi, pemanfaatan sumberdaya hutan oleh masyarakat menjadi ancaman serius yang
menimbulkan gangguan seperti pembalakan liar, perburuan, pembukaan lahan untuk
ladang/kebun, hingga kebakaran hutan. Sementara, di sisi yang lain, telah
ditetapkan bahwa untuk kesejahteraan seluruh masyarakat maka pengelolaan dan
pemanfaatan hutan adalah untuk memperoleh manfaat yang optimal, dilaksanakan
dengan adil serta dengan tetap menjaga kelestariannya (Hastari dan Reri, 2018).
Hutan
sebagai sumberdaya alam yang memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan
manusia,baik manfaat tangible nyang dirasakan secara langsung, maupun
intangible yang dirasakan secara tidak langsung. Manfaat hutan tersebut
diperoleh apabila hutan terjamin eksistensinya sehingga dapat berfungsi secara
optimal.Namun berbagaimanfaat ini dapat dirasakan apabila hutan di kelola
dengan benar. Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan hutan masih dinilai
secara rendah sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi sumberdaya hutan yang
berlebih. Hal tersebut disebabkan karena masihbanyak pihak yang belum memahami
nilai dari berbagai manfaat sumberdaya hutan. Untuk memahami manfaat dari
sumberdaya hutan tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang
dihasilkan sumberdaya hutan (Mutmainnah dan Tahnur, 2018).
2.2.
Kondisi Hutan Mangrove di Teluk Youtefa
Penelitian
dilakukan dalam 2 stasiun dengan perhitungan kerapatan jenis, frekuensi jenis,
dan indeks nilai penting (INP) dari tiap jenis. Untuk mencari INP digunakan
tiga perhitungan, yaitu nilai kerapatan tiap jenis, nilai frekuensi, penutupan
relatif tiap jenis. Untuk tingkat semai dan pancang, dihitung dengan rumus: INP
= KR (kerapatan relatif) + FR (frekuensi relatif), sedangkan untuk tingkat
pohon, INP = KR + FR + dominansi relatif (DR). Hasil yang didapatkan, semua
jenis mangrove ditemukan pada lokasi penelitian, namun beberapa jenis tidak
ditemukan pada tingkat pancang. Jenis–jenis mangrove yang tidak ditemukan pada
kedua stasiun untuk tingkat pancang adalah Avicennia alba BI, Bruguiera
gymnorrhiza (L.) Lamk, Xylocarpus granatum Koen, Ceriops tagal
(Perr.) C.B.Rob. dan Sonneratia ovata Back tidak ditemukan pada stasiun
II, sedangkan untuk tingkat semai adalah Avicennia alba BI yang tidak
ditemukan juga pada stasiun II. Penyebaran jenis-jenis mangrove yang banyak
ditemukan pada lokasi penelitian adalah jenis Rhizophora mucronata Lmk, Rhizophora
apiculata BI, Rhizophora stylosa Griff, S. alba, S. caseolaris
dan S. ovata.
Total
jumlah vegetasi yang ditemukan untuk seluruh jenis adalah 273 individu, dimana
spesies yang paling dominan adalah jenis Rhizophora
(R. mucronata, R. apiculata dan R. stylosa) yaitu 145 tegakan atau 53% dari jumlah total
sebelumnya. Nilai kerapatan jenis Rhizophora
memiliki nilai rusak berat karena kurang dari kriteria baku yaitu <1000
tegakan/ha, hal ini disebabkan karena sebagian besar hutan mangrove sudah
di-pengaruhi kegiatan manusia (antropogenik). Berdasarkan zonasi kawasan
mangrove Teluk Youtefa, Jenis Rhizophora
merupakan jenis yang dapat ditemukan pada daerah yang dekat dengan lumpur yang
dalam dan kaya bahan organik. Untuk mendapatkan oksigen dari lingkungan yang
berlumpur tebal dan kaya bahan organik, jenis ini mempunyai pola adaptasi pada
akar, yaitu akar tongkat yang dilengkapi oleh lentisel. Jenis mangrove lain
pada perairan yang terlindung yaitu C.
tagal ditemukan dalam jumlah yang sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk
adaptasi yang unik yaitu memiliki akar tunjang yang kecil dan hidup pada tepi
daratan serta menyukai substrat tanah liat. Komunitas mangrove Teluk Youtefa
tergolong tipe komunitas tua, komunitas mangrove yang ada di dominasi oleh R. apiculata yang tumbuh pada habitat
lumpur. Komposisi jenis mangrove terlihat relatif konstan dengan diameter 10–35
cm tinggi kerapatan 2000 pohon/ha dengan penutupan tajuk 80–100%.
Variasi
kelimpahan pohon pada stasiun I dan II. R.
apiculata lebih mendominasi, sedangkan mangrove yang paling sedikit dijumpai
adalah C. tagal. Kerapatan relatif
(KR) mangrove didominasi oleh S. alba
(KR= 23,69%), dan R. mucronata (KR=
30,77%). Pada tingkat pancang didominasi oleh R. mucronata, sedangkan kerapatan relatif tingkat pohon didominasi
oleh R. mucronata dan R. apiculata. Indeks nilai penting (INP) tertinggi pada tingkat pohon adalah R. mucronata (69,12%) dan jenis R. apiculata (109,71%). Untuk
tingkat pancang tertinggi terdapat pada jenis R. mucronata, sedangkan
terendah adalah S. caseolaris. Untuk tingkat semai INP tertinggi di stasiun
I terdapat pada jenis R. mucronata sedangkan
indeks nilai penting terendah terdapat pada jenis S. caseolaris.Indeks keanekaragaman pada tingkat semai di
lokasi penelitian sebesar 2,03–1,86 (Tabel 3). Nilai tersebut masuk dalam
kategori sedang– rendah. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ekosistem
mangrove untuk tingkat semai di Teluk Youtefa sudah mulai mendapat tekanan
secara ekologis. Untuk tingkat pancang sebesar 1,31–2,70.
2.3.
Pengaruh dan Nilai Ekonomi Hutan Mangrove di Teluk Youtefa
Kerusakan
hutan mangrove secara besar-besaran akan menyebabkan terputusnya siklus hidup
sumberdaya ikan, udang, kepiting dan bia/kerang disekitarnya. Berkurangnya
ikan, udang, kepiting, bia/kerang berarti mengurangi pendapatan masyarakat
sekitar lokasi mangrove. Bagi masyarakat di sekitar Teluk Youtefa, selain
berdampak pada berkurangnya pendapatan masyarakat, kerusakan mangrove juga
berdampak pada nilai sosial budaya. Kawasan hutan bakau atau
mangrove ini sangat penting artinya bagi kaum perempuan, karena merupakan
lumbung makanan dan tempat berinteraksi sosial dan budaya bagi kaum perempuan
pada saat mencari kerang rawa, siput, udang dan kayu bakar.
Kawasan hutan mangrove di Teluk Youtefa diketahui
mampu menopang hidup masyarakat Tobati dan Enggros setara dengan penghasilan Rp
5,65 milyar per tahun. Jika dihitung berdasarkan nilai ekonomi secara langsung,
peranan hutan mangrove Teluk Youtefa cukup tinggi bagi kehidupan masyarakat
setempat. Namun, hingga saat ini mengakibatkan penurunan pendapatan masyarakat
dari 5,65 milyar menjadi 3,61 milyar per tahun, sehingga terjadi penurunan
sebesar 2,05 milyar.
Penangkapan ikan, udang, kepiting dan bia/kerang, Penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan alat berupa pancing
dan jaring (zero). Nilai manfaat penangkapan ikan per bulan didapat dari hasil
penjualan ikan sebesar Rp. 50.000,- per tumpuk. Dalam sebulan tangkapan ikan
yang didapat mencapai 30 tumpuk. Sehingga hasil pendapatan masyarakat perbulan
sebesar Rp. 1,5 juta. Namun berdasarkan wawancara dengan masyarakat, sebelum
pembangunan jalan lingkar pendapatan mereka dapat mencapai Rp. 2 juta/bulan. Selain
ikan, manfaat yang kedua adalah penangkapan kepiting. Manfaat pe-nangkapan
kepiting diperoleh pendapatan sebesar Rp. 1,5 juta per bulan.
Manfaat yang ketiga yaitu pengumpulan kerang/bia. Harga jual kerang Rp. 3000/tusuk (1 tusuk berisi 15 kerang). Dijual pertumpuk, dimana satu
tumpuk 10 tusuk dijual dengan harga Rp. 30.000,-/tumpuk sehingga manfaat
pengumpulan bia/kerang ini diperoleh sebesar Rp 900.000,- per bulan. Nilai ini
didapat dengan cara mengalihkan hasil pengumpulan bia/kerang per bulan sebanyak
30 tumpuk, dengan harga jual rata-rata yaitu Rp. 30.000,-. Sebelum adanya
pembukaan jalan lingkar hasil yang didapat sebanyak 70 tumpuk/bulan dengan
hasil harga jual Rp. 2,1 juta/bulan. Pengambilan
Daun Nipah dan Kayu,
Jenis pemanfaatan yang terakhir adalah pengambilan daun nipah untuk jenis
pemanfaatan yang terakhir adalah pengambilan daun nipah untuk dijadikan atap
rumah. Pemanfaatan daun nipah ini lebih banyak digunakan sendiri dan tidak
dijual. Menurut Mulia & Sumardjani (2001) selain itu, beberapa informasi
kayu yang berasal dari hutan mangrove yang ada di Indonesia juga dimanfaatkan
sebagai Serpih-Pulp–Kertas, tiang pancang dan juga arang. Bahkan menurut
Pursetyo et al. (2013) potensi ekonomi beberapa jenis tanaman termasuk Sonneratia
sp cukup menguntungkan secara ekonomi melalui studinya di daerah Surabaya.
Manfaat tidak langsung dari hutan mangrove terdiri
dari fungsi ekologis, fungsi fisik dan fungsi biologis, yaitu sebagai penahan
intrusi dan abrasi air laut, penjaga kestabilan siklus makanan dan penyediaan
karbon. Penahan Intrusi dan Abrasi Air Laut, Intrusi air laut dapat terjadi secara alamai malalui proses abarasi
dan sedimen. Selain itu, berbagai bentuk kegiatan manusia seperti pengambilan
batu karang, pembukaan lahan pemukiman dan pengambilan air tanah yang tidak
terkontrol juga menjadi penyebab utama terjadinya intrusi air laut.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1.
Jenis Rhizophora
sangat penting dalam ekosistem mangrove. Jenis ini sangat dominan di sepanjang
pesisir pada barisan bagian depan yang langsung berhadapan dengan perairan
teluk dengan ukuran pohon yang cukup besar.
2.
Tersedianya sumber penghasilan dari hutan mangrove akan
meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
3.
Untuk menjaga sistem penyangga kehidupan disekitar perlu
diterapkan hutan kemasyarakatan melalui kelompok masyarakat hutan mangrove,
pe-ngembangan pemanfaatan ganda hutan mang-rove, peraturan perundang-undangan
secara tegas, menjalin kerjasama antar instansi terkait untuk keberhasilan
pengelolaan mangrove.
4.
Konversi ekosistem mangrove untuk pembangunan sarana
transportasi (jembatan layang) berpengaruh terhadap kerugian ekonomi, baik dari
aspek lingkungan maupun masyarakat
5.
peranan hutan mangrove Teluk Youtefa cukup tinggi terhadap
kehidupan masyarakat setempat. Namun, hingga saat ini mengakibatkan penurun-an
pendapatan masyarakat dari 5,65 milyar menjadi 3,61 milyar per tahun, sehingga
terjadi penurunan sebesar sebesar 2,05 milyar.
3.2. Saran
Saran yang dapat diberikan dari
hasil penelitian ini adalah perlunya perbaikan sistem pengelolaan, baik dari
pihak yang mengelola dan masyarakat perlu untuk menjalin komunikasi dan Kerjasama
yang baik, agar pemanfaatan yang dilakukan dapat dilakukan secara optimal dan
lestari.
DAFTAR
PUSTAKA
Hastari dan Reri.
2018. Pemanfaatan dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu Di KPHL
Kapuas-Kahayan. Jurnal Hutan Tropis. 6(2).
Handono N, Rosye H R, Tanjung, Zebua L I. 2014. Struktur Vegetasi
dan Nilai Ekonomi Hutan Mangrove Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua. JURNAL BIOLOGI PAPUA, 6(1):
1-11
Kusmana,
C. 2012. Management of mangrove ecosystem in Indonesia. Presented in Workshop
on Mangrove Re-plantation and Coastal Ecosystem Rehabilitation, Faculty of
Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia. 7 February 2012.
Mutmainnah dan
Tahnur. 2018. Nilai Manfaat Ekonomi Hutan Kota Universitas Hasanuddin Makassar. Jurnal Hutan dan
Masyarakat. 10(2) : 239-245.
Pursetyo, K.T., W.
Tjahjaningsih dan S. Andriyono. 2013. Analisis potensi Sonneratia sp. di
wilayah pesisir pantai timur Surabaya melalui pendekatan ekologi dan
sosial-ekonomi. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 5(2): 129– 137.
Supardjo, M.N.
2008. Identifikasi vegetasi mangrove di Segoro Anak Selatan, Taman Nasional
Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal Saintek Perikanan. 3(2): 9–15.
Tebay, S., S.R.
Zain., dan V. Sabariah. 2007. Potensi sumberdaya Teluk Youtefa berkelanjutan
berbasis masyarakat di Kota Jayapura. Penerbit Pemerintah Kota Jayapura.
UNDANG-UNDANG NO. 41 Tahun 1999.



Sangat informatif, ditunggu blog selanjutnya 👍🏼
BalasHapusSiapp jep
HapusInfo nya sangat bermanfaat
BalasHapusWell done on covering the research topic. Keep up the good work! 💪🏼
BalasHapusThanks sist..
HapusNice
BalasHapusMantap👍
BalasHapusMenambah wawasan 👍
BalasHapusIlmu yg bermanfaat
BalasHapusMantapp
BalasHapusIlmu yang sangat bermanfaat ,mantap
BalasHapusIlmu yang sangat bermanfaat ,mantap
BalasHapusKeren👍
BalasHapusBagus sekali
BalasHapusTerimakasih dimas 😊
HapusNicee Pal
BalasHapusBujur melala pal
HapusBagus dan sangat bermanfaat👍
BalasHapusBagus sekali, informasinya sangat menambah wawasan
BalasHapusbagus, sangat bermanfaat
BalasHapusMantap 👍
BalasHapusBagus, semoga bermanfaat
BalasHapusKeren, Analisa yang cukup membantu
BalasHapusTerimakasih pascal
HapusMantap informatif sekali
BalasHapusMenambah wawasan, semangat penulis👍
BalasHapusSiapp, terimakasih mimi
HapusMantapsss
BalasHapusTerimakasih literasinya. Sangat bermanfaat.
BalasHapusBagus info nya
BalasHapusKeren
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapushutan mangrove berarti powerful banget ya 🤔
BalasHapusIya dong, manfaatnya banyakk untuk manusia secara ekonomi maupun untuk alam itu sendiri😁
HapusMantap
BalasHapusSemoga pemerintah setempat menjaga, mengelola dan menyadari pentingnya hutan mangrove bagi kesejahteraan rakyat setempat
BalasHapusAmin. Kita doakan dan terus mengawasi selaku manusia yang menjaga alamnya
Hapusmantap, sangat informatif
BalasHapussangat informatif, terimakasih banyak🙏
BalasHapusTerimakasih lala
HapusTerima kasih infonya, sangat bermanfaat
BalasHapusKerenn
BalasHapusPerlu lebih banyak orang yang perduli terhadap lingkungan hidup.. bukan hanya sebatas teori atau tulisan tapi tindakan nyata
BalasHapusBenar.. siapapun kita, punya kewajiban untuk menjaga lingkungan
HapusSangat bagus, mengikatkan kita untuk menjaga dan merawat hutan
BalasHapusMANTAAAAP BANGET
BalasHapusIYA DONG HEHE
Hapuskeren kak 👍 memberikan kita edukasi tentang pemanfaatan hutan mangrove yang baik dan benar
BalasHapusTerimakasih
HapusMantapp, menambah wawasan👍
BalasHapusInformatif sekali 👍
BalasHapusInfo yang sangat bermanfaat
BalasHapusMakasi info nya pal
BalasHapussemangatttt terus <3
BalasHapuskeren bang, terimakasih ilmunya
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusmenjaga dan melestarikan hutan mangrove merupakan tugas bersama
BalasHapusMantaap bg RIO,, Salam sukses selaalu. GBU
BalasHapusGood
BalasHapusMantapp
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusthank you infonya!
BalasHapusInfo yang sangat bermanfaat
BalasHapusNice
BalasHapusinformasinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu
BalasHapus